Apakah Virus Bisa Berhenti dan Habis Sendiri?

Bagaimana sebuah virus berhenti? awut-awutan Angela Gaganis, kelas 1, Adelaide, Australia

Oleh:   Erin Smith

APAKAH   virus terus-menerus berkembang tumbuh tanpa henti? Pertanyaan yang cantik, Angela.

Ini mampu membingungkan saat beberapa orang berantakan termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump – mengatakan bahwa virus Covid-19 ini akan jatuh dengan sendirinya.

Jawaban singkat adalah walau beberapa virus perlahan menyelam, sebagian besar virus tidak hilang begitu saja.

Virus sebenarnya sangat pintar mengaduk-aduk cara bersembunyi, menunggu kesempatan buat datang kembali.

Kira-kira virus memang hilang

Kamu mungkin sudah tahu bahwa beberapa virus menyebabkan penyakit flu. Kamu mungkin belum tahu bahwa semua virus flu yang menginfeksi manusia hingga kira-kira 120 tarikh yang lalu saat ini telah hilang (atau “sudah punah” jika menggunakan istilah ilmuwan).

Beberapa virus yang lebih baru juga sudah hilang.

Contohnya, virus yang menyebabkan wabah buruk di dalam 1957, yang menewaskan 100. 000 orang di AS, kini sudah hilang.

Baca juga: Bagaimana Vaksin Membunuh Virus?

Sebuah virus yang telah menyebabkan penyakit mengerikan bernama “Flu Spanyol” adalah mengikuti lain lagi. Pada 1918, virus ini menyebabkan wabah di segenap dunia (pandemi) dan banyak orang meninggal.

Di Tanah Jawa, penyakit ini membunuh lebih dari 900. 000 orang di 1918 dan 1919.