Belajar dari Kecelakaan yang Menewaskan Bekas Personel Trio Macan

JAKARTA, KOMPAS. com – Kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan atau penderitaan beruntun bisa terjadi di mana saja, terutama saat berkendara di jalan tol.

Semacam kecelakaan beruntun yang baru sekadar terjadi di Tol Semarang-Solo Km 428, Senin (4/1/2021) sekitar memukul 14. 30 WIB.

Menurut saksi mata, kecelakaan tersebut terjadi lantaran mobil Honda BR-V yang ditumpangi mantan personel perserikatan dangdut Trio Macan, Yuselli Agus Stevy ( Chacha Sherly), terpental dari jalur B ke urat A hingga melewati U-turn .

Baca juga: Viral, Kemasan Suku Cadang Mobil di China Terpapar Virus Covid-19

Setelah organ yang ditumpangi artis tersebut menghunjam ke jalur A, dari ajaran berlawanan ada bus yang padahal melaju kencang hingga akhirnya petaka tidak terhindarkan.

Kejadian tersebut setidaknya melibatkan tujuh instrumen, dan menewaskan mantan personel persekutuan dangdut Trio Macan itu, meski sempat mendapat perawatan intensif.

Berkaca dari kejadian itu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, di kasus tabrakan beruntun, sering kali pengemudi yang sudah siap mengantisipasi tetap ikut terlibat kecelakaan karena ketidaksiapan pengemudi lain yang tersedia di belakangnya.

Atas dasar itu, pencegahan tabrakan beruntun harus dilakukan bersama-sama.

Tabrakan akibat tidak bisa menjaga jaga jarak aman twitter. com/tmcpoldametro Kecelakaan akibat tidak bisa menjaga bangun jarak aman

Menurut Jusri, hal pertama untuk menghalangi terjadinya tabrakan beruntun adalah jangan melakukan perlambatan mendadak. Sebab, tidak semua pengemudi siap mengantisipasi.

Pengemudi juga harus selalu siap dan tidak boleh kehilangan kensentrasi saat mengemudi, terutama pada jalan tol.

Jusri menilai, saat mengemudi dalam periode lama, acap kali otak hendak mengalami stagnan. Kondisi inilah dengan berpotensi menyebabkan terjadinya tabrakan bersambung.