Tercampak Tak Salah, Ini Arti Marka yang Ada di Jalan

JAKARTA, KOMPAS. com berantakan Mengendarai kendaraan bermotor di pekerjaan raya wajib untuk mematuhi rambu- rambu lalu lintas yang ada.

Tidak hanya rambu lalu lintas berupa traffic light atau lampu merah saja, tetapi keberadaan marka juga perlu diperhatikan agar tidak mendapatkan sanksi tilang.

Selama ini, pengingkaran marka menjadi salah satu jenis pelanggaran lalu lintas yang masih banyak dilakukan oleh pengendara.

Lazimnya, pelanggaran dilakukan ketika pengendara mau mendahului kendaraan lain dan tidak memperhatikan adanya marka.

Baca juga: Alternatif Bayar Pajak Kendaraan Bagi Warga DKI Selain di Samsat Induk

Mengenai rambu bersifat marka ini dijelaskan di di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Bagian 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

Dalam pasal 19 disebutkan, bahwa marka jalan berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas ataupun memperingatkan atau menuntun pemakai bulevar dalam berlalu lintas di ustaz.

Marka garis membujur ganda, dengan kombinasi antara garis tegas (utuh) dan garis putus-putus. Korlantas Marka garis membujur ganda, dengan kombinasi antara garis tegas (utuh) dan garis putus-putus.

Setidaknya ada tiga jenis marka jalan, yakni marka membujur, melintang, dan serong. Untuk marka dengan sering ditemui di jalan serta sering dilanggar adalah marka menjulur.

Dalam peraturan dengan sama, pasal 20 disebutkan marka membujur terdiri atas garis utuh, garis putus-putus, garis ganda (garis utuh dan garis putus-putus), beserta garis ganda (dua garis utuh).

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto menjelaskan untuk setiap garis marka membujur tersebut menjadi isyarat bagi pengendara dan harus dipatuhi.

Baca juga: Ini Syarat dan Alur Retribusi Kendaraan Bermotor Lima Tahunan

Misalkan untuk marka garis tunggal utuh warna putih di tengah berfungsi sebagai pembatasan bagi kendaraan melintasi garis itu.