Tetap Lolos dari Kejaran Aparat, Buronan Kredit Macet Rp 13, 4 Miliar Ditangkap

PALEMBANG, KOMPAS. com – Komisaris PT Gatramas Internusa (GI), Agustinus Judianto (50) yang menjadi buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan atas kasus nama macet  Bank Sumsel Babel (BSB) sebesar Rp 13, 4 miliar, ditangkap oleh tim petugas ikatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan Agustinus dilakukan dalam Selasa (5/1/2021) siang di Jakarta Selatan.

Tim gabungan dari Kejati Sumsel dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebelumnya tahu beberapa kali berusaha menangkap Agustinus, tetapi gagal.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Khaidirman mengutarakan, kasus yang menjerat Agustinus tersebut terjadi pada 2015.

Baca selalu: Kebobolan Rp 116 Juta gegara Struk ATM, Manajemen Bank Sumsel Babel Akui Lalai

Mulanya, kongsi milik terdakwa mengajukan permohonan nilai senilai lebih dari Rp 30 miliar dengan jaminan tanah pada Cianjur, Jawa Barat, seharga Rp 15 miliar dan alat berat.

Kemudian, pihak sebab BSB mengucurkan kredit kepada kongsi terdakwa sebesar Rp 13, 5 miliar.  

Akan tetapi, berbarengan waktu berjalan, perusahaan milik tersangka tersebut dinyatakan pailit oleh Mahkamah Tata Usaha Negara (PTUN) sehingga Agustinus pun tidak mampu menutup kredit tersebut.  

Pihak dari BSB selanjutnya mendatangkan kasus itu ke ranah asas. Kemudian, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang pada 28 Februari 2021 menyatakan kasus itu bukan hadir ranah pidana, melainkan perdata.

Namun, Kejati Sumsel melayani kasasi. Berdasarkan putusan Mahkamah Terkenal RI Nomor: 2515/K/Pid. Sus/2020 tertanggal 14 September 2020, Agustinus ialah terpidana kasus korupsi Kredit Modal Kerja BSB dengan ancaman pidana penjara delapan tahun dan kompensasi Rp 200 juta.

Baca juga: 20 Karyawan Bank Sumsel Babel Positif Covid-19, Ini Penjelasan Manajemen

Khidirman menjelaskan, dalam putusan Mahkamah Agung, Agustinus dikenai Perkara 2 ayat 1, Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1991 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UNDANG-UNDANG Nomor 31 Tahun 1999 juncto   Urusan 55 ayat 1 ke 1 KUHP Pidana.  

“Terpidana dijatuhi hukuman selama delapan tahun penjara dan wajib menunaikan uang ganti kerugian negara Rp 13, 4 miliar. Saat itu terdakwa masih diperiksa kesehatannya pra dipindahkan ke Palembang, ” cakap Khaidirman saat melakukan gelar pasal, Rabu (6/1/2021).